JoMan: Penolakan Menkes Menurunkan Harga PCR, Bentuk Pembangkangan Perintah Presiden

JoMan: Penolakan Menkes Menurunkan Harga PCR, Bentuk Pembangkangan Perintah Presiden
Jakarta - Pernyataan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang menolak penurunan harga PCR dikritisi kelompok relawan Jokowi Mania (JoMan). Mereka menilai sikap Menkes adalah pembangkangan serius. Hal ini disampaikan Ketua JoMan, Imanuel Ebenezer melalui keterangan persnya, Rabu (27/10/2021) di Jakarta.
Ia menyatakan sangat heran dengan keputusan Menkes Budi Gunadi terkait harga tes PCR tersebut. "Harusnya bisa. Tugas Menkes sebagai pembantu presiden memastikan perintah itu berjalan dengan baik. Jangan menolak cari solusi sebagai pembantu Presiden, " kata Noel.
Aktivis 98 ini mengatakan, bahwa India saat ini bisa memurahkan tarif tes PCR. Bahkan kini sudah di bawah 200 ribu. Karena itu, harusnya Menkes juga bisa menetapkan tarif yang sama. Bagaimana caranya agar PCR bisa diproduksi di dalam negeri. "Bisa lah. Memang perlu proses. Tapi produksi bahan PCR harus dipaksakan di dalam negeri, " ucapnya. Bahkan itu, selain tak etis, kata Noel, penolakan tersebut sangat aneh dan sarat pembangkangan. Noel menambahkan JoMan akan mengawal rencana Presiden untuk menurunkan harga PCR.
"Siapa yang menolak keputusan presiden akan kita tabrak. Kita kawal itu, " Ucapnya. Tugas Joman, kata Noel, adalah secara tegas mengawal aspirasi suara rakyat. "Saat ini, faktanya rakyat terbebani dengan syarat terbang dengan PCR," pungkas Noel. (red) Penulis: RB. Syafrudin Budiman SIP

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DPD Letho Jawa Timur Kembali Gelar Aksi Sosial, Bagikan 100 Nasi Kotak Buka Puasa di Surabaya